Natsuko bekerja di koperasi kredit lokal. Dia tinggal bersama suami dan dua anaknya. Suaminya dulu menjalankan restoran, tetapi restoran itu tutup karena pandemi COVID-19. Saat ini ia bekerja serabutan, tetapi kesehatannya buruk dan ia sering absen. Hidupnya sulit, dengan pengeluaran untuk ibunya yang sedang berjuang melawan penyakit jangka panjang di rumah sakit, dan biaya pendidikan anak-anaknya. Setelah banyak pertimbangan, ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan bergaji tinggi yang melibatkan hubungan seks tanpa peng保护 demi keluarganya. Ia dan suaminya tidak berhubungan seks sejak ia melahirkan, dan ia telah lama menahan hasrat seksual dan tubuhnya yang dewasa. Ia mencoba berpura-pura bahwa ia datang ke sini karena kebutuhan, tetapi ia tidak dapat menyembunyikan gairahnya bahkan sebelum disentuh; ia hanyalah seorang istri yang diam-diam bernafsu.